Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sejarah. Tampilkan semua postingan

Senin, 05 November 2012

Tas Kamera DOMKE


Domke merupakan produsen tas kamera yang berasal dari Amerika (USA). salah satu ciri khas yang membedakan DOMKE dari tas merk lain adalah modelnya yang sederhana menggunakan bahan canvas.

Merk ini mungkin masih kurang familiar disekitar kita, masih kalah terkenal sama merk-merk tas kamera yang lain seperti Lowepro, Vanguard, Crumpler ataupun National Geographic.

Salah satu produk keluaran  Domke adalah tipe  F-2 Backpack (Sand),yang memiliki Kompartemen bawah dengan insert case 4-bagian untuk lensa dan 2 ruang untuk body kamera SLR.

Harga yang dipatok untuk tas kamera merk domke cukup tinggi, untuk tipe F-2 Backpack (Sand) saja harganya di luar negeri sekitar $210 atau jika dirupiahkan sekitar 1.890.000 (Kurs 9000). Akan tetapi tentu saja memang harganya  sesuai dengan kualitasnya yang sangat baik, bukan saja karena sudah punya brand yang cukup terkenal, akan tetapi memang kualitas tas kamera ini sangat bagus, dan menurut kami harga-harga tas kamera ini sangat wajar.


By : Admin

Rabu, 31 Oktober 2012

Eiger Bandung


Eiger tentu sudah bukan merk yang asing bagi para petualang di Indonesia termasuk Anda. Bagi para pecinta alam sekaligus penggemar outbound Eiger ini telah menjadi salah satu merk yang selalu mereka gunakan.

Dari masa ke masa Tas Eiger dikenal sebagai produk tas yang berkualitas tinggi, dengan jahitan yang rapi dan bahan yang kuat menjadikan tas Eiger ini tidak mudah rusak meskipun telah digunakan bertahun-tahun. Sebagian orang mengira kalau Eiger adalah merk luar negeri, padahal sebenarnya Eiger adalah produk lokal kreasi Ronny Lukito, seorang pemuda Indosesia yang berasal dari Bandung.

Saat ini produk Eiger muncul dalam tiga merek utama yaitu Eiger yang diposisikan pada gaya hidup petualangan, Bodypack diposisikan dengan image e-lifestyle atau era teknologi digital, dan Nordwand dengan sisi aktifitas outdoornya.

Salah satu tas kamera yang dikeluarkan oleh Eiger adalah tas kamera Eiger Focus 1. Tas Eiger Focus 1 ini dapat memuat kamera fotografer profesional. Dirancang untuk bermacam bentuk kamera DSLR, lensa dan aksesorisnya. Tas kamera Eiger ini sangat nyaman serta dengan kapasitas yang memadai untuk dipakai seharian di lapangan. Dari depan atau atasnya dapat memuat kamera dan peralatannya. Juga panel akses untuk kenyamanan, kemudahan, keamanan serta struktur yang dapat melindungi peralatan Anda.

Kamis, 22 Desember 2011

Kamera Termahal Di Dunia Seharga 16,2 M


     Biasanya untuk kamera berharga mahal wajib memiliki fitur-fitur canggih dan terbaru, seperti lensa carl zeiss atau tele, resolusi puluhan megapixel, Image stabilization, dan lain-lain. Tapi syarat dan kriteria diatas tidak berlaku untuk kamera yang satu ini. Kamera ‘Leica 0-Serie Nr.107′ buatan tahun 1923 merupakan kamera termahal di dunia saat ini dengan harga US$ 1,9 juta (16,2 Milyar Rupiah).



     WestLicht, sebuah perusahaan lelang di Vienna – Austria telah melelang kamera Leica berumur 88 tahun tersebut dengan harga pembuka sebesar US$ 286.000 sebelum akhirnya terjual ke seorang kolektor asal Asia seharga US$ 1,9 juta. Model kamera yang sangat langka ini, Leica 0-series, digambarkan galeri WestLicht Vienna berada dalam ‘kondisi sempurna dan bisa bekerja seperti biasa’.


     Lalu apa yang membuat kamera Leica ini istimewa dan menjadi kamera termahal di dunia ?
     Kamera Leica ini merupakan produksi ke-7 dari sebanyak 25 kamera Leica 0-Serie Nr.107 yang pernah diproduksi. Awalnya hanya ditujukan untuk mengetes ketertarikan pasar terhadap kamera Leica, tepatnya 2 tahun sebelum Leica memproduksi secara massal seri Kamera Leica A. Berdasarkan catatan Leica, kamera ini merupakan Leica yang pertama kali diexport keluar dari negara asalnya Jerman ke New York – Amerika.
Rekor kamera termahal sebelumnya dipegang oleh Giroux Daguerreotype buatan tahun 1839 senilai US$ 700.000 dan merupakan kamera yang pertama kali diproduksi secara massal.












Sumber : http://www.smartnewz.info

Minggu, 11 Desember 2011

SEJARAH DAN JENIS LENSA CANON


     Lensa Canon EF, dirilis pertama kali tahun 1987, bersamaan dengan sistem Canon EOS. Lensa Canon EF memiliki motor auto fokus sehingga tidak tergantung dari mekanik dari kamera. Kamera mengirimkan sinyal ke lensa melalui kontak elektronik yang terdapat di lensa dan kamera.
     Lensa EF cocok untuk kamera bersensor besar / full frame dan juga bisa dipakai untuk kamera yang bersensor lebih kecil (APS-H, APS-C). Di tahun 2003, Canon memperkenalkan lensa EF-S, yang merupakan lensa khusus untuk kamera yang bersensor APS-C. Lensa EF-S berukuran relatif lebih kecil, dan lebih terjangkau harganya dibandingkan dengan lensa EF yang sekelas, namun lensa EF-S tidak bisa digunakan untuk kamera bersensor full frame.
Teknologi lensa EF dan EF-S
Ultrasonic motor (USM)
     Lensa yang memiliki teknologi USM memiliki kinerja auto fokus yang lebih cepat, akurat dan tidak bersuara. Ada dua tipe USM, yaitu ring-type dan micromotor. Lensa yang memiliki USM ring-type memiliki kemampuan manual focus override (M/A), yang artinya kita bisa mengunakan lensa itu untuk manual fokus kapan saja kita inginkan dengan memutar cincin auto fokus. Di lensa tanpa ring-type, kita harus switch ke manual fokus terlebih dahulu. Tipe micromotor dibuat untuk mengurangi harga produksi lensa.
Image Stabilization
     Teknologi Image Stabilization (IS) terdapat di sebagian lensa EF dan EF-S. Image stabilization ini membantu meredam efek getaran dengan mengkompensasi gerakan lensa, sehingga hasil foto tidak blur akibat getaran tangan kita. Teknologi ini sangat membantu saat kita mengunakan shutter speed yang lambat, biasanya di kondisi cahaya yang kurang baik. Fitur ini sangat berguna di lensa telefoto / panjang, karena lensa telefoto sangat sensitif terhadap getaran.
     Karena Canon menetapkan teknologi lensa ini di dalam lensa, bukan kamera, maka kita bisa melihat efek peredaman getaran lensa di jendela bidik. Teknologi ini tidak membantu membekukan subjek yang bergerak cepat seperti motor, olahragawan atau satwa liar. Karena IS hanya meredam getaran tangan fotografer, maka, kita tidak perlu mengaktifkan IS ketika kamera sedang dipasang di tripod.
Hybrid IS
     Teknologi ini dikembangkan Canon tahun 2009. Hybrid IS dapat meredam getaran yang bersifat linear (naik turun), atau rotational (putar). Biasanya efektif untuk lensa makro. Di akhir tahun 2009, Canon merilis lensa Canon EF 100mm f/2.8 L IS USM, yang mengunakan teknologi ini.
DO (Diffractive Optics)
     Lensa dengan elemen DO lebih ringan dan kecil daripada lensa biasa. Sampai saat ini, hanya dua lensa yang memiliki elemen DO, yaitu Canon EF 70-300mm f/4.5-5.6 DO IS dan Canon EF 400mm f/4 DO IS USM. Tanda lensa DO yaitu cincin berwarna hijau. Adanya elemen ini membuat harga menjadi lebih mahal daripada lensa sejenis. Teknologi ini adalah teknologi unik yang dikembangkan oleh Canon.

 (Luxury)
     Lensa berlabel “L” bukanlah sebuah teknologi, tetapi label ini berfungsi untuk membedakan antara lensa dengan kualitas standar dengan lensa berkualitas tinggi. Lensa berlabel L biasanya memiliki kualitas yang sangat baik, memiliki teknologi USM, dan bisa dipakai untuk kamera bersensor full frame atau kamera bersensor lebih kecil. Lensa L paling cocok digunakan di kamera full frame dan dimudah diidentifikasi karena dibalut cincin berwarna merah.
     Banyak lensa L yang memiliki bukaan maksimum yang lebih besar dari lensa standar dan juga lebih kokoh. Banyak yang tahan cuaca buruk seperti hujan dan salju. Karena kualitas tinggi tersebut, lensa L dipasarkan dengan harga yang lebih tinggi dari lensa standar.

Sumber : http://www.infofotografi.com